Selasa, 30 Juli 2019

Banyuwangi Sabet Dua Gelar Terbaik Sektor Pariwisata dan Infrastruktur

Kabupaten Banyuwangi sukses menyapu dua gelar kelompok paling baik Bidang Pariwisata serta Infrastruktur. Perhargaan itu paling tinggi (Platinum) arena Indonesia's Attractiveness Award dari Majalah Tempo serta instansi analisa Frontier Consulting Grup. Dua gelar itu ialah Kabupaten Besar Paling baik .

Penghargaan diberikan pada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Jakarta. Ada juga dalam arena itu Menteri Desa, Pembangunan Wilayah Ketinggalan, serta Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.



"Pasti ini bukanlah masalah award-nya, tetapi kita maknai jadi animo untuk semua aparat birokrasi serta warga Banyuwangi yang sudah bareng-bareng memajukan wilayah.

CEO Frontier Consulting Grup Handi Irawan, jadi salah seseorang perumus penghargaan sekaligus juga juri, menjelaskan, arena penghargaan itu diadakan berbasiskan data sekunder dari beberapa instansi dapat dipercaya, dan data primer dengan analisa yang menyertakan publik dengan cara langsung untuk mendapatkan deskripsi riil untuk semua tingkat kabupaten serta kota dan propinsi di semua Indonesia.

Penilaian step paling akhir dikerjakan dengan presentasi di depan team juri yang menyertakan akademisi dari kampus serta LIPI, pegiat, pemerintahan, serta media yang sudah dikerjakan pada 24-28 Juni 2019 pada 56 wilayah.

Untuk bidang pariwisata, kata Handi, Banyuwangi mempunyai taktik yang pasti. "Banyuwangi meningkatkan pariwisata dengan kreatif, dengan bujet yang minim, tetapi efisien. Positioning-nya jelas, otentik dengan manfaatkan kekayaan budayanya," tutur Handi.

Ia menghargai peningkatan pariwisata yang menyertakan warga. "Masyarakar diberdayakan. Banyuwangi Festival yang banyak sekali moment itu dapat menyertakan serta memberikan efek positif ke masyarakat. Ini yang mencolok," jelas Handi yang sudah beberapa puluh tahun menekuni di dunia pemasaran.

Mengenai untuk infrastruktur, tutur Handi, Banyuwangi dapat menyinergikannya secara baik, terhitung untuk kebutuhan peningkatan pariwisata. Kehadiran Lapangan terbang Banyuwangi dengan terminal berarsitektur hijau yang ikonik salah satu misalnya.

"Dalam infrastruktur, Banyuwangi tidak sebatas membuat, tetapi punyai taktik yang pasti serta efek yang pasti. Prioritasnya jelas. Dengan kuantitif kita lihat fisik ya, tetapi mutunya bagus juga," katanya.

Bupati Azwar Anas memberikan tambahan, apa pun program peningkatan wilayah harus berbuntut pada perkembangan ekonomi, terciptanya lapangan pekerjaan, penurunan kemiskinan, serta penambahan penghasilan masyarakat.

Karena pembangunan pariwisata, Banyuwangi sukses mendesak angka kemiskinan yang awalnya di atas dua digit %, sekarang tinggal 7 %. Diluar itu, penambahan penghasilan wilayah melompat 134 %.

"Produk domestik bruto alami kenaikan dari Rp 32 triliun, jadi Rp 78 triliun. Selanjutnya penghasilan perkapita rakyat Banyuwangi naik dari Rp 20,8 juta jadi Rp 48,7 juta," tambah Anas. (fat/fat) birojatim pemkab banyuwangi bupati anas gubernur khofifah -->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar