Kamis, 25 Juli 2019

Pemerintah Cari Langkah Antisipasi Kekeringan

Berdasar laporan BMKG, musim kemarau tahun 2019 semakin lebih kering serta sampai puncaknya pada Agustus sampai September. Banyak daerah di Indonesia juga alami kondisi tanpa ada hujan tadi malam 21 hari.



Menyikapi hal itu, Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, faksinya selalu memantau serta menyiapkan beberapa langkah mengantisipasi lihat keadaan di bulan Agustus.

"Kita mengerti jika ada kebutuhan yang lebih pada kekeringan tahun ini. Serta kita terus memantau serta mempersiapkan langkah. Apa jalannya? Kita ingin lihat Agustus ini seperti apa," tutur Darmin selesai hadiri rapat pengaturan pengaturan inflasi 2019, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Darmin mengerti jika kekeringan ini beresiko panen alami penurunan serta bisa berefek bertambahnya harga-harga pangan yang dapat mengakibatkan inflasi. Tetapi, dia menjelaskan akan lihat hasil panen raya di bulan Agustus terlebih dulu.

"Jika kekeringan kita telah dengar dari BMKG kita terus mengikutinya janganlah lupa panen raya yang akan berlangsung pada Agustus. Kita akan lihat dari sini ke Agustus seperti apa pengaruhnya. Sekaligus juga kita menanti adakah perubahan berlangsung lebih baik, atau lebih jelek," terangnya.

Awalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta pada semua petinggi negara terhitung menteri sampai gubernur untuk gerak cepat menghadapi efek tidak berhasil panen karena kemarau berkelanjutan. Hal tersebut diutarakan waktu buka rapat hanya terbatas (ratas) mengantisipasi efek kekeringan, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat.

"Kita harus mulai menghadapi kekeringan," kata Jokowi, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Jokowi, hal tersebut butuh selekasnya diprediksi. Karena, kering sepanjang 21 hari tanpa ada hujan masuk status siaga. Sedang 31 hari jadi waspada, apabila 61 hari tanpa ada hujan masuk status awas. Mengenai daerah yang alami kekeringan berkelanjutan saat ini ialah Jawa Barat (Jawa barat), Jawa Tengah (Jateng), Yogyakarta, Bali NTB, NTT.

"Oleh karenanya saya meminta beberapa menteri serta kepala instansi, gubernur untuk turun lihat langsung ke lapangan serta selekasnya lakukan langkah mengantisipasi, mitigasi pada efek kekeringan ini," jelas Jokowi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar