Kamis, 25 Juli 2019

Sri Mulyani Beberkan Bedanya Pajak Zaman SBY dan Jokowi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan tentang ketidaksamaan perpajakan di antara jaman pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dengan jaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY).



Satu diantara bedanya ialah pada masalah perpajakan, sekarang Sri Mulyani menjelaskan jika negara dapat memonitor pajak dimana saja di dunia. Terhitung di luar negeri.

"Yang memperbedakan saya menteri keuangan yang 10 tahun kemarin (jaman SBY) sama saat ini, ialah Dirjen Pajak punyai info yang mengagumkan, kita bisa info dari 132 negara, dimana saja mereka akan kirimkan informasi jika ada tax payer Indonesia disana," kata Sri Mulyani, di Menara Astra, Kamis (25/7/2019).

Transisi data perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) sekarang makin santer. Paling akhir, didapati jumlahnya yurisdiksi simpatisan sampai 98 negara atau berlangsung penambahan dibanding dengan tahun kemarin yang cuma 65 negara. Selain itu, untuk negara arah laporan tahun ini sekitar 82 negara jauh tambah tinggi dibanding dengan tahun kemarin yang cuma 54 negara.

"Di mana saja Anda ada jurisdiction-nya apa mereka akan kirimkan informasi," tuturnya.

Ia sudah sempat bergurau dengan beberapa hadirin. Tuturnya silahkan taruhlah harta di mana saja di dunia. Ingin di mana saja hartanya, pasti terpantau negara.

"Semua tertawa mungkin sebab saya ketahui jika Anda menaruh harta di satu tempat di dunia ini. Tidak apa-apa masih taruhlah, tenang tetapi kami ketahui (dapat memonitor)," kata Sri Mulyani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar