Minggu, 15 September 2019

Tugu Surabaya, Ikon Surabaya yang Wajib Dikunjungi


Tugu Surabaya merupakan ikon terkenal di Surabaya. Hampir semua orang pasti mengenal atau setidaknya tahu tentang patung ini. Tugu yang identik dengan patung Sura dan Baya ini memang telah menjadi destinasi wisata tujuan bila berkunjung ke Surabaya.



Lokasi Wisata Tugu Surabaya

Tempat wisata yang begitu terkenal di Indonesia ini terletak di Jl. Raya Diponegoro. Tepatnya di Desa Darmo, kecamatan Wonokromo, kota Surabaya, Jawa Timur. Tugu ini hampir setiap hari selalu ramai dikunjungi oleh banyak orang, mulai dari warga sekitar hingga masyarakat luar kota.

Anda bisa menuju ke tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum yang masih banyak tersedia. Tempat ini juga terbuka bagi siapapun dari segala usia. Anda bisa mengajak keluarga atau teman untuk sekedar menghabiskan waktu di area taman.

Bila berada di tempat ini, Anda tidak perlu kesulitan untuk mencari makan atau minum karena tersedia banyak rumah makan di sekitar area tugu. Anda juga tidak perlu khawatir tidak sempat membeli oleh - oleh karena ada pusat perbelanjaan yang dapat dikunjungi.

Tempat ini juga sudah dilengkapi dengan area parkir khusus kendaraan pribadi. Lokasi tugu yang juga nampak asri dengan taman yang bersih dan rapi, yang selalu dijaga kebersihan dan kerapian setiap hari. Lantas seperti apakah asal muasal dari dibangunnya tugu ini?

Asal Muasal Tugu Surabaya

Tanggal berdiri Tugu Surabaya tidak diketahui tetapi Tugu Surabaya ini telah dibangun sejak 1988 oleh arsitek Sutomo Kusnadi dengan pemahat Sigit Margono. Tugu yang terdiri dari dua patung buaya (baya) dan hiu ini (sura) ini yang tampak berkelahi ini terinspirasi dari cerita rakyat.

Cerita rakyat yang menjadi inspirasi dibangunnya tugu ini adalah adanya perkelahian antara dua makhluk buas dan kuat di lautan luas yang daratannya menjadi cikal bakal tanah Surabaya. Perkelahian tersebut berawal dari saling berebut mangsa.

Kedua makhluk ini merupakan makhluk yang sama - sama kuat, tangkas, cerdik, dan tentu saja ganas. Bayangkan saja, pertarungan antara dua makhluk beda wilayah hidup ini sangat sengit, antara hewan yang berkuasa di laut dengan hewan ganas yang berkuasa di daratan.

Kedua hewan ini terlibat pertarungan sengit hingga benar - benar kelelahan dan bercucuran darah. Peristiwa dari cerita rakyat ini kemudian dikenang oleh masyarakat Surabaya. Akan tetapi, selain dari cerita rakyat yang sudah melegenda ini, ada juga pendapat lain tentang asal muasal nama Surabaya.

Cerita berdirinya Tugu Surabaya kali ini lebih berkaitan dengan linguistik. Tempat ini dinamakan Surabaya karena Sura memiliki arti Berani. Sedangkan Baya berarti Bahaya. Kedua kata sifat ini dianggap bahwa masyarakat Surabaya memiliki jiwa yang berani dalam melawan bahaya.

Menurut kisah, sikap berani ini ditunjukkan dari adanya serangan tentara Tar - tar yang datang hendak menghukum Raja Jawa. Raja yang hendak diserang adalah Kertanegara akan tetapi ia sudah tewas. Kemudian, tentara Tar - tar mengincar Jayakatwang yang berhasil dilumpuhkan juga.

Saat berhasil melumpuhkan Jayakatwang, tentara - tentara ini turu merampas harta serta puluhan gadis - gadis untuk dibawa ke Tiongkok. Raden Wijaya tidak terima dengan perlakukan tidak beradap seperti itu. Akhirnya, ia membuat siasat yakni menyerang tentara Tar - tar di pelabuhan.

Penyerangan tersebut dilakukan di pelabuhan Ujung Galuh. Penyerang sengit dilakukan hingga akhirnya para tentara ini menyerah dan kembali ke negaranya. Setelah itu, hari dimana peristiwa kemenangan tersebut terjadi ditetapkan sebagai hari jadi kota Surabaya.

Tugu Surabaya ini layak untuk dikunjungi bila Anda tengah berkunjung ke kota Surabaya. Bahkan, bisa dibilang Anda belum sah bila tidak mengunjungi untuk sekedar berswa foto di tempat tersebut. Tidak ada salahnya untuk menelusuri asal usul tugu penuh makna ini.

Deskripsi: Tugu Surabaya merupakan tugu simbol keberanian dan kekuatan oleh masyarakat Surabaya yang begitu terkenal. Kisah rakyat yang meliputi cerita ini sangat terkenal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar