Senin, 04 November 2019

Prevalensi Anemia pada Balita Semakin Bertambah, Dapat Dihindari dengan Pemberian MPASI

Prevalensi balita yang alami anemia di Indonesia makin bertambah tiap tahunnya. Menurut Analisa Kesehatan Fundamen (Riskesdas) 2013, ada 28,1 % balita yang alami anemia, sesaat pada 2018 bertambah jadi 38,5 %.Anemia dikarenakan oleh minimnya konsumsi zat besi pada balita. Konsumsi zat besi itu sebetulnya dapat didapat dengan memberi makanan pendamping Air Susu Ibu (MPASI).



Ini dibetulkan oleh Profesor Gizi Medik, Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc. Menurut dia MPASI harus diberi orang-tua sesudah sang anak mencapai umur enam bulan. Manfaatnya untuk memenuhi kekurangan nutrisi dari ASI.“Karena semua keperluan daya diperlukan dari ASI. Karena itu sesudah enam bulan nutrisi kurang dari ASI saja. Perlu MPASI sebab memiliki kandungan zat besi yang membuat sel darah merah, perubahan otak, serta yang lain.

Dalam memberi MPASI juga tidak bisa asal-asalan. Ada paling tidak 4 ketentuan yang harus dipenuhi yaitu pas waktu, adekuat, responsive serta harus bersih dan higienis.

“Pilih makanan MPASI tidak bisa asal-asalan. Ada empat ketentuan yang perlu dikerjakan yaitu pas waktu. Berarti harus pas enam bulan langsung dikasih MPASI. Adekuat harus penuhi nutrisi seperti zat besi dan lain-lain. Dikasih dengan responsive yaitu saat anak sedang lapar serta ingin makan serta paling akhir makanan harus bersih serta higenis,” sambungnya.

Selanjutnya Prof Wati juga merekomendasikan beberapa orang-tua untuk memberi MPASI berbentuk daging merah (hewan berkaki empat) seperti sapi serta kambing. Pasalnya daging merah mempunyai kandungan zat besi yang tinggi serta bagus buat perkembangan sang buah hati.

“Makanan pelengkap ASI yang terbaik serta dapat penuhi zat besi pada tubuh ialah konsumsi bermacam daging merah. Dapat sapi, dapat kambing. Triknya dapat diproses sampai halus, atau dicincang kasar, sesuai hasrat anak.

Dalam memberi MPASI juga tidak bisa asal-asalan. Ada paling tidak 4 ketentuan yang harus dipenuhi yaitu pas waktu, adekuat, responsive serta harus bersih dan higienis.

“Pilih makanan MPASI tidak bisa asal-asalan. Ada empat ketentuan yang perlu dikerjakan yaitu pas waktu. Berarti harus pas enam bulan langsung dikasih MPASI. Adekuat harus penuhi nutrisi seperti zat besi dan lain-lain. Dikasih dengan responsive yaitu saat anak sedang lapar serta ingin makan serta paling akhir makanan harus bersih serta higenis,” sambungnya.

Selanjutnya Prof Wati juga merekomendasikan beberapa orang-tua untuk memberi MPASI berbentuk daging merah (hewan berkaki empat) seperti sapi serta kambing. Pasalnya daging merah mempunyai kandungan zat besi yang tinggi serta bagus buat perkembangan sang buah hati.

“Makanan pelengkap ASI yang terbaik serta dapat penuhi zat besi pada tubuh ialah konsumsi bermacam daging merah. Dapat sapi, dapat kambing. Triknya dapat diproses sampai halus, atau dicincang kasar, sesuai hasrat anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar