Rabu, 18 Maret 2020

Pencegahan Penularan Penyakit TB Paru yang Mudah Dilakukan


TB Paru merupakan penyakit pada paru-paru akibat dari mycobacterum tuberculosis yang memberikan gejala batuk lebih dari 3 minggu, berdahak dan terkadang keluar bersama dengan bercak darah. Kuman ini menyerang paru-paru, menyerang bagian lain seperti kelenjar, tulang dan usus. Gejala tuberkulosis ditandai dengan lemas, berat badan menjadi turun, demam, tidak nafsu makan, berkeringat pada malam hari dan merasakan nyeri dada. Diagnosis TB ini biasanya terlebih dahulu melakukan tes kulit, rontgen dada dan tes darah. TB dapat disembuhkan jika patuh terhadap pengobatan dan minimal melakukan pengobatan selama 6 bulan.



Banyak mitos mengatakan TB berasal dari hewan dan menular ke manusia namun faktanya hanya ditularkan melalui droplet infection berupa percikan dahak dan faktornya dari manusia menuju manusia lainnya. Mitosnya adalah TB dijadikan sebagai alasan pelet dan guna-guna sehingga membuat TB menjadi sulit untuk disebutkan dan akan semakin menyebabkan tingkat keparahan batuk lebih dari 2 minggu. Mitosnya adalah jika ayah mengalami TB maka anak akan mengalami hal tersebut tetapi ini salah karena tidak disebabkan oleh DNA, penularannya melalui bersin dan biasanya kurang bersih dan membuat sistem imun menjadi kurang. Mitosnya TB selalu berawal dari batuk darah namun tidak faktanya tidak semua ditimbulkan dari batuk dan kategori fatalnya sesuai penyembuhan.

Berikut adalah gejala TB diantaranya:

  • Batuk terus menerus lebih dari 2 minggu dan jika mengalaminya maka segera periksakan diri ke dokter.
  • Mengalami batuk darah dan perlu diwaspadai jika terdapat noda darah.
  • Penurunan berat badan karena TB yang terus berkembang.
  • Mengalami demam tiba-tiba.
  • Tubuh lebih cepat mudah lelah.
  • Merasakan nyeri tajam pada paru-paru dan merasakan sakit ketika menghembuskan udara dan menjadi tanda infeksi paru-paru dalam kondisi yang parah.
  • Infeksi yang sembuh pada bagian perut, hati hingga otak lebih dari 3 minggu.
  • Merasakan menggigil di malam hari walaupun cuaca sedang tidak dingin karena adanya bakteri dan infeksi TB.
  • Merasakan lelah karena daya tahan tubuh melemah.
  • Urin berwarna merah atau keruh dan menjadi tanda gejala tahap lanjutan.

TB laten merupakan TB yang memiliki bakteri tubuh dalam keadaan tidak aktif dan menimbulkan gejala. TB latin disebut sebagai TB infeksi yang tidak menular atau tidak aktif dan dapat berubah menjadi aktif sehingga pengobatan sangat penting untuk mengendalikan penyebarannya. TB aktif merupakan kondisi sakit yang ditularkan ke orang lain dan terjadi pada minggu pertama setelah terinfeksi ataupun beberapa tahun selanjutnya.

Berikut adalah tips mencegah penularan TB diantaranya:

  • Hindari kontak dekat, jika harus memiliki jarak dekat maka gunakan sarung tangan dan masker mikrofiltrasi dan cuci tangan dengan bersih.
  • Tingkatkan kekebalan tubuh dengan mengonsumsi lima porsi sayuran serta buah yang segar untuk mencukupi asupan untuk melawan radikal bebas.
  • Perhatikan asupan protein dalam diet untuk memberikan sistem imun tubuh yang menjadi pembentukan sel serta jaringan tubuh.
  • Sebaiknya mengonsumsi makanan yang sehat dengan kandungan vitamin, protein dna karbohidrat.
  • Membiasakan diri berolahraga secara teratur setidaknya selama 45 menit untuk meningkatkan kelancaran peredaran darah.

Untuk mencegah penularan TB paru coba untuk meditasi sehingga akan mengurangi stres dan jaga kebersihan dengan sabun desinfektan dan jangan ubah kebiasaan tersebut. Dapat juga melakukan vaksinasi BCG untuk melawan TBC dikembangkan untuk menurunkan resiko TBC. Patuhi penggunaan obat ketika bakteri tidur dikeluarkan maka akan meningkatkan resiko penularan ke orang lain maka pastikan selesaikan obat dengan baik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar